<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>http://aswarmakruf.com &#187; narkoba</title>
	<atom:link href="http://aswarmakruf.com/tag/narkoba/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aswarmakruf.com</link>
	<description>ARTIKEL BERITA INFORMASI SEPUTAR KESEHATAN KERJA DAN UMUM</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Aug 2010 03:04:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>NARKOBA Malah Bikin IMPOTEN</title>
		<link>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/narkoba-malah-bikin-impoten/index.html</link>
		<comments>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/narkoba-malah-bikin-impoten/index.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 04:22:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aswarmakruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mitos vs Fakta Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Dopamine]]></category>
		<category><![CDATA[Ekstasi]]></category>
		<category><![CDATA[Heroin]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[Hubungan seks]]></category>
		<category><![CDATA[Impoten]]></category>
		<category><![CDATA[Kejantanan Pria]]></category>
		<category><![CDATA[narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Menular seksual]]></category>
		<category><![CDATA[PMS]]></category>
		<category><![CDATA[sabu-sabu]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[Syaraf Parasimpatis]]></category>
		<category><![CDATA[Syaraf simpatis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aswarmakruf.com/?p=530</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang beranggapan, narkoba menambah kejantanan. Saat pakai sabu-sabu, misalnya, orang merasa bersemangat, banyak bergerak, lalu melampiaskan itu lewat hubungan seks. Namun, ingat, kenikmatan itu hanya sesaat. Sabu-sabu memang merangsang sistem syaraf pusat. Salah satu bagian dari sistem syaraf itu adalah yang mengatur orgasme. Jika bagian syaraf itu terpengaruhi, orang akan bisa merasakan lebih gampang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-532" title="ist2_4493433_yellow_signs_drugs" src="http://aswarmakruf.com/wp-content/uploads/2009/11/ist2_4493433_yellow_signs_drugs1-150x150.jpg" alt="ist2 4493433 yellow signs drugs1 150x150 NARKOBA Malah Bikin IMPOTEN" width="150" height="150" /><strong>Ada yang beranggapan, narkoba menambah kejantanan.</strong> Saat pakai sabu-sabu, misalnya, orang merasa bersemangat, banyak bergerak, lalu melampiaskan itu lewat hubungan seks. Namun, ingat, kenikmatan itu hanya sesaat.</p>
<p>Sabu-sabu memang merangsang sistem syaraf pusat. Salah satu bagian dari sistem syaraf itu adalah yang mengatur orgasme. Jika bagian syaraf itu terpengaruhi, orang akan bisa merasakan lebih gampang orgasme. Fakta ini yang dijadikan alasan pengguna shabu untuk urusan seksual.</p>
<p><span id="more-530"></span></p>
<p>Ekstasi mempengaruhi tubuh melalui syaraf simpatis. Tiap kali menggunakan ekstasi, orang menjadi aktif, gembira, bersemangat, dan ingin bergerak. Ini juga membuat orang merasa sangat kuat seks dalam waktu lama.</p>
<p>Narkoba jenis ini bisa meningkatkan pelepasan <em>dopamine</em> dalam otak. <em>Dopamine</em> adalah <em>neurotransmitter</em> bersifat merangsang. Jika yang dirangsang prilaku seksual, penggunanya akan merasa makin jantan.</p>
<p>Namun, harus diingat, pengaruh demikian itu ada batasnya. Paling-paling cuma beberapa jam. Jika diukur dari dampak jangka panjang, narkoba lebih menghancurkan urusan seksual daripada memperbaikinya. Mitos bahwa beberapa jenis narkoba meningkatkan gairah seksual itu keliru. Yang benar, narkoba membikin impoten.</p>
<p>Dr. Susanto Suryaatmaja, SP.And, Androlog dari RSU Dr. Soetomo, seperti dikutip <em>Batam Pos</em> beberapa saat lalu, menegaskan, <strong><em>&#8221; Rangsangan itu hanya beberapa jam. Dalam jangka panjang, narkoba justru bisa meningkatkan potensi disfungsi ereksi. Bahkan, terancam penyakit menular lain.&#8221;</em></strong></p>
<p>Ekstasi berefek pada syaraf simpatis. Agar bisa melakukan hubungan seksual, pengguna ekstasi biasanya menenggak obat antidisfungsi ereksi. Jika tidak, mereka tak kuat atau loyo di tengah permainan. Jika penggunaan ini berlangsung terus, lama-kelamaan itu bisa berlanjut ke impotensi.</p>
<p>Sabu-sabu bekerja pada syaraf parasimpatis. Ini membuat penggunanya merasa tenang, kalem dan pasif. Akibatnya, mereka jadi merasa tidak memerlukan hubungan seksual. Saat materi shabu sudah merangsang pusat syaraf pusat orgasme, orang tanpa melakukan hubungan seksual pun sudah merasakan nikmat dan orgasme. Ini membuat orang lambat laun jadi impoten.</p>
<p>Heroin menimbulkan dampak euforia. Namun, dampak negatif heroin juga buruk bagi fungsi seksual. Heroin bisa menghambat fungsi hormon seks, menurunkan kadar testosteron, dorongan seksual, menghambat ejakulasi dan lama-kelamaan jadi disfungsi ereksi.</p>
<p>Dalam jangka menengah, narkoba tertentu bisa memancing masuknya berbagai penyakit menular seksual (PMS). Ekstasi, saat merangsang meningkatnya pelepasan dopamine dalam otak, merangsang prilaku seksual berlebihan. Ini bisa membuat penggunanya kehilangan kontrol atas prilaku seksual mereka. Tanpa kontrol, mereka akan melakukan hubungan seksual tanpa memikirkan resiko. Ini membuat mereka berisiko tinggi terjangkit penyakit menular seksual, seperti HIV/AIDS atau Hepatitis C.</p>
<p>Nah, masih mau mencoba narkoba untuk meningkatkan kejantanan? Tidak takut terancam impoten?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/narkoba-malah-bikin-impoten/index.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menuju Indonesia Bebas Narkoba 2015</title>
		<link>http://aswarmakruf.com/berita/menuju-indonesia-bebas-narkoba-2015/index.html</link>
		<comments>http://aswarmakruf.com/berita/menuju-indonesia-bebas-narkoba-2015/index.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 02:47:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aswarmakruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Narkotika Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BNN]]></category>
		<category><![CDATA[Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya]]></category>
		<category><![CDATA[Drug Campaign Goes to School & Campuss]]></category>
		<category><![CDATA[Drug Free ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia bebas Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Bebas Narkoba 2015]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Surga Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Kepolisian Republik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[konsumen ekstasi terbesar]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Kampung Bebas Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[produsen sabu terbesar]]></category>
		<category><![CDATA[Sindikat pengedar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aswarmakruf.com/?p=522</guid>
		<description><![CDATA[Surga narkoba. Itulah potret Indonesia saat ini. Dengan berbagai macam cara dan tipu daya, sindikat pengedar narkoba Internasional menjadikan negeri ini sebagai sentra produksi dan pasar barang haram mematikan itu. Terbongkarnya sejumlah pabrik besar narkoba di tanah air baru-baru ini merupakan fakta yang tak bisa dipungkiri. Direktur Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Arman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-523" title="anti-narkoba" src="http://aswarmakruf.com/wp-content/uploads/2009/11/anti-narkoba-210x300.jpg" alt="anti narkoba 210x300 Menuju Indonesia Bebas Narkoba 2015" width="210" height="300" /><strong>Surga narkoba</strong>. Itulah potret Indonesia saat ini. Dengan berbagai macam cara dan tipu daya, sindikat pengedar narkoba Internasional menjadikan negeri ini sebagai sentra produksi dan pasar barang haram mematikan itu. Terbongkarnya sejumlah pabrik besar narkoba di tanah air baru-baru ini merupakan fakta yang tak bisa dipungkiri.</p>
<p><span id="more-522"></span></p>
<p>Direktur Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Arman Depari sempat mengatakan, kota Jakarta telah menjadi produsen sabu terbesar di Asia Tenggara. Tak cuma itu, Indonesia pun tercatat penguna terbesar sabu di kawasan ASEAN. Penduduk negeri ini pun tercatat sebagai konsumen ekstasi terbesar ketiga setelah Malaysia dan Singapura. <em>(Kompas, 23 Pebruari 2009)</em>.</p>
<p>Yang lebih memprihatinkan lagi, kasus narkoba dari tahun ke tahun kian meningkat tajam. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam lima tahun terakhir jumlah kasus narkoba melonjak hingga enam kali lipat : dari 3.600 menjadi 17 ribu kasus. Jumlah tersangka kasus narkoba pun ikut naik menjadi 31.655 orang.</p>
<p>Padahal, lima tahun lalu jumlah tersangka kasus narkoba hanya 4.624 orang. Bahkan, yang memprihatinkan, dari jumlah tersangka kasus narkoba saat ini, 2.001 orang diantaranya masih dalam usia pendidikan dasar. Sebuah Fakta yang sangat memprihatinkan.</p>
<p>Tak hanya itu, narkoba pun telah merenggut begitu banyak korban jiwa. BNN menyatakan sekitar 40 orang meninggal secara sia-sia setiap harinya akibat narkoba. &#8220;Dengan jumlah itu, angka kematian akibat narkoba mencapai 15 ribu orang setiap tahunnya,&#8221; kata Kepala Pelaksana Harian BNN Komjen Pol Gories Mere dalam sebuah kesempatan.</p>
<p>BNN dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pun telah berupaya sekuat tenaga untuk membongkar dan memutus mata rantai peredaran narkoba di tanah air. Berbagai operasi telah digelar dengan melibatkan berbagai pihak baik di dalam negeri maupun luar negeri. Tindakan tegas itu tak serta-merta menurunkan angka kasus narkoba di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Hal ini karena jaringan internasional penyuplai narkoba masih terus beroperasi,&#8221; kata Gories Mere. Meski begitu, BNN dan Polri tak pernah mundur untuk terus melakukan pencegahan dan pemberantasan narkoba. Terlebih, pemerinrah Indonesia telah membulatkan tekad untuk membebaskan negeri ini dari jeratan narkoba yang sangat berbahaya.</p>
<p>Bersama dengan negara ASEAN lainnya, Indonesia telah mengikrarkan diri untuk bebas dari narkoba pada tahun 2015. Gerakan <strong>&#8220;<em>Drug Free ASEAN</em> &#8220;</strong> (ASEAN bebas narkoba 2015) itu telah dideklarasikan dalam rapat pejabat tingkat tinggi ASEAN untuk Narkoba, pada 1 &#8211; 2 Agustus 2006 di Chiang Mai Thailand.</p>
<p>BNN pun telah merumuskan dan menetapkan visinya : &#8221; Mewujudkan Indonesia bebas narkoba 2015 &#8220;. Mampukah Indonesia terbebas dari narkoba pada tahun 2015? Kepala Pusat Pencegahan Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional, (Kapus Cegah Lakhar BNN), Brigjen Pol Drs. Anang Iskandar SH., MH, optimistis Indonesia bisa terbebas dari narkoba.</p>
<p>&#8221; Kami sangat optimis, asalkan seluruh elemen masyarakat menemukan semangatnya untuk tak menggunakan narkoba,&#8221; ungkapnya kepada jurnal BNN. Menurut dia, BNN telah berupaya keras melakukan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).</p>
<p>Guna menyongsong Indonesia bebas narkoba 2015, BNN telah membangun sebuah strategi berupa memperluas jaringan komunikasi yang berbasis masyarakat. Semua kalangan mulai dari tokoh agama, pelajar, pekerja dari berbagai profesi hingga penyandang cacat dan anak jalanan dirangkul untuk menjadi mitra pemberantasan narkoba di wilayahnya masing-masing.</p>
<p>Menurut Anang, aktualisasi partisipasi masyarakat itu dikemas dalam <em>primary demand reduction</em>. Pada 2008 pusat pencegahan dengan fungsi kehumasan tekah melakukan berbagai kegiatan guna merangsang partisipasi masyarakat untuk menekan penyalahgunaan narkoba.</p>
<p>Program itu antara lain dikemas dalam program anti <em>Drug Campaign Goes to School &amp; Campuss</em>. Program itu merupakan suatu upaya untuk lebih menekankan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba kepada kalangan pelajar dan mahasiswa yang dinilai memiliki kerentanan tinggi. Sepanjang 2008, upaya penyuluhan dan penerangan itu telah dilakukan kepada 3.740 pelajar, mahasiswa dan guru di 11 propinsi.</p>
<p>BNN pun telah melaksanakan upaya pemberdayaan masyarakat yang melibatkan 1.810 potensi sekolah, perguruan tinggi serta reporter media cetak dan elektronik di sembilan propinsi. Selain itu, BNN juga telah melaksanakan penandatanganan kerja sama atau MoU dengan Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia, Persatuan Wartawan Indonesia, Asosiasi Industri Rekaman Video Indonesia, Depdiknas, Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja, serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Tahun inipun, BNN secara gencar melakukan sosialisasi P4GN dengan melibatkan berbagai kalangan dan elemen. Selain itu, BNN pun mencoba menggelar Lomba Kampung Bebas Narkoba di Surabaya, jawa Timur. Tak kurang dari 200 kampung ikut berlomba.</p>
<p>&#8220;Kalau program ini secara terus menerus dilakukan, saya optimistis Indonesia bebas Narkoba 2015 bisa tercapai,&#8221; tegas Anang. Syaratnya, kata dia, seluruh rakyat Indonesia berjuang dengan penuh semangat dan keseriusan untuk menolak dan melawan peredaran dan penggunaan narkoba. Sebab, memberantas narkoba bukan hanya tugas pemerintah, Polri, tetapi tugas semua elemen bangsa.</p>
<p>Tekad telah dipancangkan. Indonesia Bebas Narkoba 2015 adalah keniscayaan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aswarmakruf.com/berita/menuju-indonesia-bebas-narkoba-2015/index.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
