<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>http://aswarmakruf.com &#187; Mitos vs Fakta Kesehatan</title>
	<atom:link href="http://aswarmakruf.com/category/mitos-vs-fakta-kesehatan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aswarmakruf.com</link>
	<description>ARTIKEL BERITA INFORMASI SEPUTAR KESEHATAN KERJA DAN UMUM</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Aug 2010 03:04:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>NARKOBA Malah Bikin IMPOTEN</title>
		<link>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/narkoba-malah-bikin-impoten/index.html</link>
		<comments>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/narkoba-malah-bikin-impoten/index.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 04:22:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aswarmakruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mitos vs Fakta Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Dopamine]]></category>
		<category><![CDATA[Ekstasi]]></category>
		<category><![CDATA[Heroin]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[Hubungan seks]]></category>
		<category><![CDATA[Impoten]]></category>
		<category><![CDATA[Kejantanan Pria]]></category>
		<category><![CDATA[narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Menular seksual]]></category>
		<category><![CDATA[PMS]]></category>
		<category><![CDATA[sabu-sabu]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[Syaraf Parasimpatis]]></category>
		<category><![CDATA[Syaraf simpatis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aswarmakruf.com/?p=530</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang beranggapan, narkoba menambah kejantanan. Saat pakai sabu-sabu, misalnya, orang merasa bersemangat, banyak bergerak, lalu melampiaskan itu lewat hubungan seks. Namun, ingat, kenikmatan itu hanya sesaat. Sabu-sabu memang merangsang sistem syaraf pusat. Salah satu bagian dari sistem syaraf itu adalah yang mengatur orgasme. Jika bagian syaraf itu terpengaruhi, orang akan bisa merasakan lebih gampang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-532" title="ist2_4493433_yellow_signs_drugs" src="http://aswarmakruf.com/wp-content/uploads/2009/11/ist2_4493433_yellow_signs_drugs1-150x150.jpg" alt="ist2 4493433 yellow signs drugs1 150x150 NARKOBA Malah Bikin IMPOTEN" width="150" height="150" /><strong>Ada yang beranggapan, narkoba menambah kejantanan.</strong> Saat pakai sabu-sabu, misalnya, orang merasa bersemangat, banyak bergerak, lalu melampiaskan itu lewat hubungan seks. Namun, ingat, kenikmatan itu hanya sesaat.</p>
<p>Sabu-sabu memang merangsang sistem syaraf pusat. Salah satu bagian dari sistem syaraf itu adalah yang mengatur orgasme. Jika bagian syaraf itu terpengaruhi, orang akan bisa merasakan lebih gampang orgasme. Fakta ini yang dijadikan alasan pengguna shabu untuk urusan seksual.</p>
<p><span id="more-530"></span></p>
<p>Ekstasi mempengaruhi tubuh melalui syaraf simpatis. Tiap kali menggunakan ekstasi, orang menjadi aktif, gembira, bersemangat, dan ingin bergerak. Ini juga membuat orang merasa sangat kuat seks dalam waktu lama.</p>
<p>Narkoba jenis ini bisa meningkatkan pelepasan <em>dopamine</em> dalam otak. <em>Dopamine</em> adalah <em>neurotransmitter</em> bersifat merangsang. Jika yang dirangsang prilaku seksual, penggunanya akan merasa makin jantan.</p>
<p>Namun, harus diingat, pengaruh demikian itu ada batasnya. Paling-paling cuma beberapa jam. Jika diukur dari dampak jangka panjang, narkoba lebih menghancurkan urusan seksual daripada memperbaikinya. Mitos bahwa beberapa jenis narkoba meningkatkan gairah seksual itu keliru. Yang benar, narkoba membikin impoten.</p>
<p>Dr. Susanto Suryaatmaja, SP.And, Androlog dari RSU Dr. Soetomo, seperti dikutip <em>Batam Pos</em> beberapa saat lalu, menegaskan, <strong><em>&#8221; Rangsangan itu hanya beberapa jam. Dalam jangka panjang, narkoba justru bisa meningkatkan potensi disfungsi ereksi. Bahkan, terancam penyakit menular lain.&#8221;</em></strong></p>
<p>Ekstasi berefek pada syaraf simpatis. Agar bisa melakukan hubungan seksual, pengguna ekstasi biasanya menenggak obat antidisfungsi ereksi. Jika tidak, mereka tak kuat atau loyo di tengah permainan. Jika penggunaan ini berlangsung terus, lama-kelamaan itu bisa berlanjut ke impotensi.</p>
<p>Sabu-sabu bekerja pada syaraf parasimpatis. Ini membuat penggunanya merasa tenang, kalem dan pasif. Akibatnya, mereka jadi merasa tidak memerlukan hubungan seksual. Saat materi shabu sudah merangsang pusat syaraf pusat orgasme, orang tanpa melakukan hubungan seksual pun sudah merasakan nikmat dan orgasme. Ini membuat orang lambat laun jadi impoten.</p>
<p>Heroin menimbulkan dampak euforia. Namun, dampak negatif heroin juga buruk bagi fungsi seksual. Heroin bisa menghambat fungsi hormon seks, menurunkan kadar testosteron, dorongan seksual, menghambat ejakulasi dan lama-kelamaan jadi disfungsi ereksi.</p>
<p>Dalam jangka menengah, narkoba tertentu bisa memancing masuknya berbagai penyakit menular seksual (PMS). Ekstasi, saat merangsang meningkatnya pelepasan dopamine dalam otak, merangsang prilaku seksual berlebihan. Ini bisa membuat penggunanya kehilangan kontrol atas prilaku seksual mereka. Tanpa kontrol, mereka akan melakukan hubungan seksual tanpa memikirkan resiko. Ini membuat mereka berisiko tinggi terjangkit penyakit menular seksual, seperti HIV/AIDS atau Hepatitis C.</p>
<p>Nah, masih mau mencoba narkoba untuk meningkatkan kejantanan? Tidak takut terancam impoten?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/narkoba-malah-bikin-impoten/index.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mitos tentang Tidur..</title>
		<link>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/mitos-tentang-tidur/index.html</link>
		<comments>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/mitos-tentang-tidur/index.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 12:51:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aswarmakruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mitos vs Fakta Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aswarmakruf.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[1. Mitos : Tidur terbaik adalah sebanyak 8 jam sehari. Fakta : Setiap orang mempunyai kebutuhan tidur yang berbeda dan Anda merasa cukup tidur ketika tidak mengantuk berlebihan di siang hari dan bangun dalam keadaan segar. 2. Mitos : Kekurangan tidur bisa dibayar pada akhir pekan (sleep bulimia). Fakta : Ini dapat mengejutkan ritme biologis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://aswarmakruf.com/wp-content/uploads/2009/10/Mitos-tidur-150x150.jpg" alt="Mitos tidur" title="Mitos tidur" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-87" /><strong>1. Mitos : Tidur terbaik adalah sebanyak 8 jam sehari.</strong><br />
<strong>Fakta :</strong> Setiap orang mempunyai kebutuhan tidur yang berbeda dan Anda merasa cukup tidur ketika tidak mengantuk berlebihan di siang hari dan bangun dalam keadaan segar.</p>
<p><strong>2. Mitos : Kekurangan tidur bisa dibayar pada akhir pekan (sleep bulimia).</strong><br />
<strong>Fakta :</strong> Ini dapat mengejutkan ritme biologis alamiah tubuh dan membuat lebih sulit untuk mencapai tidur yang menyegarkan.</p>
<p><strong>3. Mitos : Tidurlah sebanyak-banyaknya.</strong><br />
<strong>Fakta :</strong> Tidur yang banyak diyakini akan membuat tubuh lebih sehat. Kenyataan tidak demikian karena kebanyakan tidur mungkin disebabkan beberapa penyakit seperti sleep apnea, depresi, penyakit kencing manis yang tidak terkendali dan sebagainya.</p>
<p><strong>4. Mitos : Bangun di tengah malam menyebabkan anda akan lemas seharian.</strong><br />
<strong>Fakta :</strong> Kenyataan bisa sebaliknya, karena itu adalah siklus yang alamiah dari seseorang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/mitos-tentang-tidur/index.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mitos : Ponsel dilarang digunakan di rumah sakit</title>
		<link>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/mitos-ponsel-dilarang-digunakan-di-rumah-sakit/index.html</link>
		<comments>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/mitos-ponsel-dilarang-digunakan-di-rumah-sakit/index.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 09:56:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aswarmakruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mitos vs Fakta Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aswarmakruf.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Mitos : Ponsel dilarang digunakan di rumah sakit. Fakta : Tidak ditemukan adanya kasus kematian berhubungan dengan hal ini. Kasus interferensi dengan instrumen rumah sakit biasanya tidak serius, demikian temuan peneliti. Dalam satu kasus, handphone ditemukan telah menginterferensi 4 persen dari instrumen, namun hanya ketika telepon berada dalam jarak 1 meter dari instrumen. Kajian yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://aswarmakruf.com/wp-content/uploads/2009/10/handphone2-150x300.jpg" alt="handphone2 150x300 Mitos : Ponsel dilarang digunakan di rumah sakit" title="handphone" width="150" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-95" /><strong>Mitos : Ponsel dilarang digunakan di rumah sakit.</strong></p>
<p><strong>Fakta :</strong>  Tidak ditemukan adanya kasus kematian berhubungan dengan hal ini. Kasus interferensi dengan instrumen rumah sakit biasanya tidak serius, demikian temuan peneliti. Dalam satu kasus, handphone ditemukan telah menginterferensi 4 persen dari instrumen, namun hanya ketika telepon berada dalam jarak 1 meter dari instrumen. Kajian yang lebih baru, tahun ini (2009), menemukan tidak adanya interferensi pada 300 test di 75 ruang perawatan. </p>
<p>&#8221; Ketika kami mendiskusikan kajian ini, dokter kelihatan tidak percaya bahwa hangphone tidak mengganggu instrumen.&#8221; Demikian kata Vreeman. &#8220;Namun setelah kami memaparkan bukti medis, mereka akhirnya percaya bahwa kepercayaan seperti itu tidak tepat.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/mitos-ponsel-dilarang-digunakan-di-rumah-sakit/index.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mitos : Angin duduk</title>
		<link>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/mitos-angin-duduk/index.html</link>
		<comments>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/mitos-angin-duduk/index.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 07:23:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aswarmakruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mitos vs Fakta Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aswarmakruf.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Mitos : Angin duduk Fakta : Angin duduk adalah gejala kelainan otot jantung yang terjadi dalam waktu singkat. Kondisi ini timbul karena kurangnya oksigen, sehingga banyak sel otot jantung mengalami kematian. Mengapa otot jantung bisa mengalami kekurangan oksigen? Karena pembuluh darah yang membawa darah kaya oksigen ke bagian-bagian otot jantung tersumbat, karena adanya pembentukan “bukit-bukit” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://aswarmakruf.com/wp-content/uploads/2009/10/jantung.jpg" alt="jantung Mitos : Angin duduk" title="jantung" width="118" height="135" class="alignleft size-full wp-image-97" /><strong>Mitos : Angin duduk</strong></p>
<p><strong>Fakta :</strong> Angin duduk adalah gejala kelainan otot jantung yang terjadi dalam waktu singkat. Kondisi ini timbul karena kurangnya oksigen, sehingga banyak sel otot jantung mengalami kematian.<br />
Mengapa otot jantung bisa mengalami kekurangan oksigen? Karena pembuluh darah yang membawa darah kaya oksigen ke bagian-bagian otot jantung tersumbat, karena adanya pembentukan “bukit-bukit” di dinding pembuluh darah bagian dalam. Bukit-bukit ini muncul karena adanya luka pada dinding bagian dalam akibat derasnya laju aliran darah serta banyaknya radikal bebas–khususnya yang berasal dari lemak jenuh.</p>
<p>Radikal bebas berbahaya karena sifat kimianya yang labil, sehingga ia cenderung mengambil sebagian elektron atau proton dari sel dinding pembuluh darah agar dirinya menjadi lebih stabil. Akibatnya sel tersebut rusak. Proses kerusakan itu pada gilirannya akan mengundang sistem perbaikan, tetapi bila kerusakan itu terjadi secara berulang maka penambalan yang terjadi akan “membukit”. Karena penyumbatan itu terjadi di pembuluh darah jantung yang bernama koroner, maka penyakitnya disebut jantung koroner. Jadi angin duduk sebenarnya adalah bagian dari gejala penyakit jantung koroner. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/mitos-angin-duduk/index.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mitos : Kehujanan menyebabkan masuk angin.</title>
		<link>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/mitos-kehujanan-menyebabkan-masuk-angin/index.html</link>
		<comments>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/mitos-kehujanan-menyebabkan-masuk-angin/index.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 07:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aswarmakruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mitos vs Fakta Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aswarmakruf.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Mitos : Kehujanan menyebabkan masuk angin. Fakta : : Mitos masuk angin memang ada benarnya, namun ada pula salahnya. Misal, kita beranggapan bahwa kehujanan bisa menyebabkan masuk angin, demam, batuk, pilek, dan badan linu-linu. Padahal ini adalah gejala khas dari infeksi virus influenza? Apa hubungan antara air hujan dengan virus influenza? Apakah di dalam air [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://aswarmakruf.com/wp-content/uploads/2009/10/masuk-angin-pic-150x150.jpg" alt="masuk angin pic 150x150 Mitos : Kehujanan menyebabkan masuk angin." title="masuk-angin-pic" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-99" /><strong>Mitos : Kehujanan menyebabkan masuk angin.</strong><br />
<strong><br />
Fakta :</strong> :  Mitos masuk angin memang ada benarnya, namun ada pula salahnya. Misal, kita beranggapan bahwa kehujanan bisa menyebabkan masuk angin, demam, batuk, pilek, dan badan linu-linu. Padahal ini adalah gejala khas dari infeksi virus influenza? Apa hubungan antara air hujan dengan virus influenza? Apakah di dalam air hujan terdapat virus influenza? Apakah di balik baju yang basah terdapat segerombolan virus yang siap menyerang? Tentu tidak. Lalu ketika kita usai kehujanan pula sering beberapa di antara kita merasakan perut kembung, kemudian melilit dan akhirnya mengalami diare. Apakah air hujan juga membawa bakteri perut? Apakah baju basah membuat bakteri jahat merembes menembus kulit dan otot? Tentu tidak.</p>
<p>Mengapa kita sakit setelah kehujanan? Apakah kita pernah berpikir bahwa para atlet renang yang hampir 8 jam sehari berada di kolam renang sering masuk angin? Bahkan kita sendiri saat berekreasi ke pantai atau berenang di kolam renang tetap segar bugar. Padahal sama-sama air? Mengapa bisa demikian?</p>
<p>Disiplin ilmu psikoneuroimunologi (PNI) menjelaskan dalil (hadis qudsi) bahwa Allah itu sebagaimana prasangka hamba-Nya. Prasangka adalah dugaan atau persepsi kita. Bila Allah saja wujud dan keberadaan-Nya tergantung kepada cara kita memahami dan memaknainya, apalagi sebuah fenomena dalam kehidupan. Persepsi kita adalah bentuk lain dari doa. Saat tubuh kita kehujanan, lalu kita merasa sengsara dan menganggap akan sakit, maka kemungkinan besar kita akan sakit.</p>
<p>Darimana datangnya ‘doa’ jelek tersebut? Dari informasi yang dicangkokkan ke dalam benak kita. Darimana datangnya informasi itu? Dari pengetahuan yang kita terima sebagai sebuah budaya. Dan budaya tersebut kemudian diwariskan secara turun-temurun. Lalu kita meyakininya sebagai sebuah kebenaran. Dengan demikian kita sudah berburuk sangka terhadap air hujan. Keyakinan bahwa kehujanan akan membuat sakit diterima dan menciptakan teror kecemasan di otak ketika kita mengalaminya. Saat cemas itulah terjadi peningkatan kadar hormon kortisol, sehingga sistem pertahanan tubuh menjadi lemah. Kondisi ini memudahkan kuman atau virus yang tidak diundang masuk dan menggangu sistem tubuh kita. Tanpa disadari, ketakutan dan kecemasan kita telah mengundang mereka untuk “berpesta”.</p>
<p>Darimana mereka datang? Bisa dari lingkungan sekitar, dari orang lain yang kita jumpai, atau bahkan dari antrean virus di sekitar lubang hidung kita yang memang sudah menunggu-nunggu giliran untuk masuk. Sedangkan pada kasus diare atau sakit perut, kuman yang menjadi penyebab bisa saja merupakan bagian dari “kuman baik” yang selama ini hidup dalam harmoni di sistem pencernaan kita. Mereka menjadi tidak terkendali dan “over populasi” ketika sistem pertahanan tubuh kita dilanda kecemasan. Akibatnya mereka lebih mementingkan keselamatan masing-masing. Inilah sebuah gambaran indah tentang manifestasi dan aplikasi sebuah doa. Sebagai sebuah harapan yang sarat dengan praduga, maka doa diefektori atau diijabah justru oleh sistem tubuh kita sendiri, Subhanallah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/mitos-kehujanan-menyebabkan-masuk-angin/index.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mitos : Kerokan bisa menyembuhkan masuk angin</title>
		<link>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/mitos-kerokan-bisa-menyembuhkan-masuk-angin/index.html</link>
		<comments>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/mitos-kerokan-bisa-menyembuhkan-masuk-angin/index.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 07:15:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aswarmakruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mitos vs Fakta Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aswarmakruf.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Mitos : Kerokan bisa menyembuhkan masuk angin. Fakta : Kerokan dapat digambarkan sebagai upaya untuk merangsang sistem pertahanan tubuh melalui induksi radang lokal. Dengan adanya faktor peradangan maka pembuluh darah akan melebar sesaat sehingga faktor-faktor pertahanan tubuh seperti interferon dan tumor nekrosis aktif kembali. Kondisi ini diharapkan akan membangkitkan gairah sistem pertahanan tubuh untuk mengontrol [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://aswarmakruf.com/wp-content/uploads/2009/10/kerokan-150x150.gif" alt="kerokan 150x150 Mitos : Kerokan bisa menyembuhkan masuk angin" title="kerokan" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-101" /><strong>Mitos : Kerokan bisa menyembuhkan masuk angin.</strong></p>
<p><strong>Fakta :</strong>  Kerokan dapat digambarkan sebagai upaya untuk merangsang sistem pertahanan tubuh melalui induksi radang lokal. Dengan adanya faktor peradangan maka pembuluh darah akan melebar sesaat sehingga faktor-faktor pertahanan tubuh seperti interferon dan tumor nekrosis aktif kembali. Kondisi ini diharapkan akan membangkitkan gairah sistem pertahanan tubuh untuk mengontrol keberadaan virus. Bahkan bila virus tersebut dianggap membahayakan, maka sistem pertahanan tubuh yang telah terstimulasi tersebut dapat mengeliminasi dan mendaur ulang virus tersebut menjadi material biologis yang lebih bermanfaat. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/mitos-kerokan-bisa-menyembuhkan-masuk-angin/index.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mitos : Rambut yang dicukur tumbuh lebih cepat, lebih gelap dan lebih besar.</title>
		<link>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/mitos-rambut-yang-dicukur-tumbuh-lebih-cepat-lebih-gelap-dan-lebih-besar/index.html</link>
		<comments>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/mitos-rambut-yang-dicukur-tumbuh-lebih-cepat-lebih-gelap-dan-lebih-besar/index.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 07:04:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aswarmakruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mitos vs Fakta Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aswarmakruf.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Mitos : Rambut yang dicukur tumbuh lebih cepat, lebih gelap dan lebih besar. Fakta : Pada uji klinis tahun 1928 telah membandingkan pertumbuhan rambut di bagian kulit kepala yang dicukur dan yang tidak dicukur. Rambut yang digantikan oleh rambut yang dicukur ternyata tidak lebih gelap, lebig tebal, atau lebih cepat pertumbuhannya. Kajian yang lebih mutakhir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://aswarmakruf.com/wp-content/uploads/2009/10/cukur-rambut-150x150.jpg" alt="cukur rambut" title="cukur rambut" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-103" /><strong>Mitos : Rambut yang dicukur tumbuh lebih cepat, lebih gelap dan lebih besar.</strong></p>
<p><strong>Fakta :</strong> Pada uji klinis tahun 1928 telah membandingkan pertumbuhan rambut di bagian kulit kepala yang dicukur dan yang tidak dicukur. Rambut yang digantikan oleh rambut yang dicukur ternyata tidak lebih gelap, lebig tebal, atau lebih cepat pertumbuhannya. Kajian yang lebih mutakhir telah mengkonfirmasikan hal ini. Inilah yang terjadi. Ketika rambut mulai tumbuh setelah dicukur, ia tumbuh dengan ujung tumpul, demikian penjelasan Caroll dan Vreeman. Seiring dengan berjalannya waktu, ujung tumpul tersebut menjadi semakin tumpul, sehingga rambut menjadi kelihatan lebih tebal. Rambut yang baru tumbuh bisa kelihatan lebih gelap juga, karena ia belum terkena paparan sinar matahari.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/mitos-rambut-yang-dicukur-tumbuh-lebih-cepat-lebih-gelap-dan-lebih-besar/index.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mitos : Mandi malam dapat menyebabkan rematik</title>
		<link>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/mitos-mandi-malam-dapat-menyebabkan-penyakit-rematik/index.html</link>
		<comments>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/mitos-mandi-malam-dapat-menyebabkan-penyakit-rematik/index.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 06:42:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aswarmakruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mitos vs Fakta Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aswarmakruf.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Mitos : Mandi malam dapat menyebabkan rematik. Fakta : Rematik sebenarnya penyakit yang jenisnya mencapai 100 macam ini menyerang persendian. Itu sebabnya, rasa sakit dan bengkak pada sendi menjadi gejala umum. Penyakit ini bisa tidak hanya diderita oleh orang tua tapi juga bisa diderita oleh remaja bahkan anak-anak. &#8220;Rematik bisa menyerang orang tua penyebabnya karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://aswarmakruf.com/wp-content/uploads/2009/10/rematik.jpg" alt="rematik Mitos : Mandi malam dapat menyebabkan rematik" title="rematik" width="271" height="395" class="alignleft size-full wp-image-105" /><strong>Mitos : Mandi malam dapat menyebabkan rematik.</strong></p>
<p><strong>Fakta :</strong><br />
Rematik sebenarnya penyakit yang jenisnya mencapai 100 macam ini menyerang persendian. Itu sebabnya, rasa sakit dan bengkak pada sendi menjadi gejala umum. Penyakit ini bisa tidak hanya diderita oleh orang tua tapi juga bisa diderita oleh remaja bahkan anak-anak.</p>
<p>&#8220;Rematik bisa menyerang orang tua penyebabnya karena usia lanjut. Kalau terjadi pada pada penderita dibawah usia 20 tahun, itu terjadi karena proses peradangan, sistem kekebalan yang tidak benar. Ada produksi antibodi pada tubuh yang tidak normal,&#8221; kata Ahli Penyakit Dalam (internist) dan Rheumatologi, Dr.Bambang Setyohadi.</p>
<p>Hal itu dia sampaikan dalam acara Pelatihan Calon Penyuluh Masalah Rematik Untuk Awam, di RS Cipto Mangunkusumo, Jl Diponegoro, Jakarta, Selasa (12/8/2008).</p>
<p>Bambang menjelaskan, penyebab penyakit rematik sendiri belum bisa diketahui denga pasti, alias masih misterius. Itu sebabnya, mandi malam bikin rematik hanyalah mitos.</p>
<p>Meski demikian, bukan berarti penyakit ini tergolong remeh. Bambang mengungkapkan hanya sekitar 5 persen penderita penyakit ini yang bisa sembuh total.</p>
<p>&#8220;Kita tidak bisa mengatakan seseorang penderita bisa sembuh tuntas. Kita sebut remisi, bukan tuntas. Walaupun sembuh itu bisa kambuh lagi,&#8221; jelas pria berkacamata ini.</p>
<p>Menurut dia, dalam kedaan darurat, penderita rematik bisa menggunakan obat-obat yang dijual bebas. Namun jika 2 atau 3 hari kemudian masih mengalami rasa sakit, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.<br />
&#8220;Nanti akan diberikan obat-obat yang benar-benar untuk rematik. gak keras, tetapi bisa memblok rematiknya,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aswarmakruf.com/mitos-vs-fakta-kesehatan/mitos-mandi-malam-dapat-menyebabkan-penyakit-rematik/index.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
