Menuju Indonesia Bebas Narkoba 2015

anti narkoba 210x300 Menuju Indonesia Bebas Narkoba 2015Surga narkoba. Itulah potret Indonesia saat ini. Dengan berbagai macam cara dan tipu daya, sindikat pengedar narkoba Internasional menjadikan negeri ini sebagai sentra produksi dan pasar barang haram mematikan itu. Terbongkarnya sejumlah pabrik besar narkoba di tanah air baru-baru ini merupakan fakta yang tak bisa dipungkiri.

Direktur Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Arman Depari sempat mengatakan, kota Jakarta telah menjadi produsen sabu terbesar di Asia Tenggara. Tak cuma itu, Indonesia pun tercatat penguna terbesar sabu di kawasan ASEAN. Penduduk negeri ini pun tercatat sebagai konsumen ekstasi terbesar ketiga setelah Malaysia dan Singapura. (Kompas, 23 Pebruari 2009).

Yang lebih memprihatinkan lagi, kasus narkoba dari tahun ke tahun kian meningkat tajam. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam lima tahun terakhir jumlah kasus narkoba melonjak hingga enam kali lipat : dari 3.600 menjadi 17 ribu kasus. Jumlah tersangka kasus narkoba pun ikut naik menjadi 31.655 orang.

Padahal, lima tahun lalu jumlah tersangka kasus narkoba hanya 4.624 orang. Bahkan, yang memprihatinkan, dari jumlah tersangka kasus narkoba saat ini, 2.001 orang diantaranya masih dalam usia pendidikan dasar. Sebuah Fakta yang sangat memprihatinkan.

Tak hanya itu, narkoba pun telah merenggut begitu banyak korban jiwa. BNN menyatakan sekitar 40 orang meninggal secara sia-sia setiap harinya akibat narkoba. “Dengan jumlah itu, angka kematian akibat narkoba mencapai 15 ribu orang setiap tahunnya,” kata Kepala Pelaksana Harian BNN Komjen Pol Gories Mere dalam sebuah kesempatan.

BNN dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pun telah berupaya sekuat tenaga untuk membongkar dan memutus mata rantai peredaran narkoba di tanah air. Berbagai operasi telah digelar dengan melibatkan berbagai pihak baik di dalam negeri maupun luar negeri. Tindakan tegas itu tak serta-merta menurunkan angka kasus narkoba di Indonesia.

“Hal ini karena jaringan internasional penyuplai narkoba masih terus beroperasi,” kata Gories Mere. Meski begitu, BNN dan Polri tak pernah mundur untuk terus melakukan pencegahan dan pemberantasan narkoba. Terlebih, pemerinrah Indonesia telah membulatkan tekad untuk membebaskan negeri ini dari jeratan narkoba yang sangat berbahaya.

Bersama dengan negara ASEAN lainnya, Indonesia telah mengikrarkan diri untuk bebas dari narkoba pada tahun 2015. Gerakan Drug Free ASEAN (ASEAN bebas narkoba 2015) itu telah dideklarasikan dalam rapat pejabat tingkat tinggi ASEAN untuk Narkoba, pada 1 – 2 Agustus 2006 di Chiang Mai Thailand.

BNN pun telah merumuskan dan menetapkan visinya : ” Mewujudkan Indonesia bebas narkoba 2015 “. Mampukah Indonesia terbebas dari narkoba pada tahun 2015? Kepala Pusat Pencegahan Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional, (Kapus Cegah Lakhar BNN), Brigjen Pol Drs. Anang Iskandar SH., MH, optimistis Indonesia bisa terbebas dari narkoba.

” Kami sangat optimis, asalkan seluruh elemen masyarakat menemukan semangatnya untuk tak menggunakan narkoba,” ungkapnya kepada jurnal BNN. Menurut dia, BNN telah berupaya keras melakukan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Guna menyongsong Indonesia bebas narkoba 2015, BNN telah membangun sebuah strategi berupa memperluas jaringan komunikasi yang berbasis masyarakat. Semua kalangan mulai dari tokoh agama, pelajar, pekerja dari berbagai profesi hingga penyandang cacat dan anak jalanan dirangkul untuk menjadi mitra pemberantasan narkoba di wilayahnya masing-masing.

Menurut Anang, aktualisasi partisipasi masyarakat itu dikemas dalam primary demand reduction. Pada 2008 pusat pencegahan dengan fungsi kehumasan tekah melakukan berbagai kegiatan guna merangsang partisipasi masyarakat untuk menekan penyalahgunaan narkoba.

Program itu antara lain dikemas dalam program anti Drug Campaign Goes to School & Campuss. Program itu merupakan suatu upaya untuk lebih menekankan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba kepada kalangan pelajar dan mahasiswa yang dinilai memiliki kerentanan tinggi. Sepanjang 2008, upaya penyuluhan dan penerangan itu telah dilakukan kepada 3.740 pelajar, mahasiswa dan guru di 11 propinsi.

BNN pun telah melaksanakan upaya pemberdayaan masyarakat yang melibatkan 1.810 potensi sekolah, perguruan tinggi serta reporter media cetak dan elektronik di sembilan propinsi. Selain itu, BNN juga telah melaksanakan penandatanganan kerja sama atau MoU dengan Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia, Persatuan Wartawan Indonesia, Asosiasi Industri Rekaman Video Indonesia, Depdiknas, Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja, serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Tahun inipun, BNN secara gencar melakukan sosialisasi P4GN dengan melibatkan berbagai kalangan dan elemen. Selain itu, BNN pun mencoba menggelar Lomba Kampung Bebas Narkoba di Surabaya, jawa Timur. Tak kurang dari 200 kampung ikut berlomba.

“Kalau program ini secara terus menerus dilakukan, saya optimistis Indonesia bebas Narkoba 2015 bisa tercapai,” tegas Anang. Syaratnya, kata dia, seluruh rakyat Indonesia berjuang dengan penuh semangat dan keseriusan untuk menolak dan melawan peredaran dan penggunaan narkoba. Sebab, memberantas narkoba bukan hanya tugas pemerintah, Polri, tetapi tugas semua elemen bangsa.

Tekad telah dipancangkan. Indonesia Bebas Narkoba 2015 adalah keniscayaan.

VN:F [1.9.1_1087]
Rating: 8.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.1_1087]
Rating: +1 (from 3 votes)
Menuju Indonesia Bebas Narkoba 2015, 8.0 out of 10 based on 1 rating
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

2 Responses to “Menuju Indonesia Bebas Narkoba 2015”

  1. mollee says:

    amien …semoga indonesia benar2 terlepas dari Narkoba …smangat sob :)

    VA:F [1.9.1_1087]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.1_1087]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Pereira says:

    Yang kita harapkan Indonesia dapat Terbebas dari Narkoba secepatnya :) :)
    Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mengatasi penyalahgunaan Narkoba. :)
    Salah satu langkah membatasi Pengguna Narkoba ialah melakukan sosialisasi kpd masyarakat ditingkat daerah maupun Nasional,sampai ke pelosok2. Usaha ini agar penggunaan Narkoba tidak semakin meningkat terus menerus.

    Hmmmm,, cukup itu aja dulu dari saya,, klo dibahas trus ntar kepanjangan :D :D hehehe,,

    Btw Nice post bro, saya senang sama posting ini :)
    Ok’ salam knal aja.

    VA:F [1.9.1_1087]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.1_1087]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply