ALERGI pada ANAK – ANAK

allergic reactionsPada saat ini alergi banyak didapatkan pada anak – anak, sekitar 20% anak di dunia mengalami alergi.

Peningkatan jumlah anak yang alergi ini tenyata lebih banyak didapatkan pada negara maju dan berkembang. Pada sebagian besar orang yang menderita alergi, biasanya sudah timbul gejalanya saat bayi atau masa anak-anak.

Anak biasanya menderita alergi karena keturunan dari orangtuanya, namun tidak semuanya timbul alerginya. Sebagai contoh jika kedua orangtua sangat alergi maka risiko anaknya alergi > 90%, jika salah satu orangtuanya alergi maka risiko anaknya alergi sekitar 40 – 50%, bahkan jika kedua orangtuanya tidak alergi, anakpun dapat timbul risiko alergi sekitar 15 – 20%.

Alergi pada anak ini dapat timbul dalam bentuk ruam kulit (kemerahan) atau disebut eczema, asma, rhinitis, muntah, diare kronik dan gagal tumbuh. Pada sebagian anak, alergi dapat timbul dalam bentuk yang sangat berbahaya yaitu reaksi syok anafilaktik. Penyebab alergi atau disebut alergen, bisa melalui dihirup oleh anak atau dimakan. Alergen yang dihirup antara lain adalah tungau,debu, bulu kucing, bulu anjing, dll. Sedangkan alergen yang dimakan adalah susu sapi, telur, kacang.

Rhinitis alergik ditandai dengan rasa gatal, bersin, ingus, postnasal drip (jatuhnya lendir dari hidung ke dalam tenggorokan), dan hidung tersumbat. Rhinitis ini merupakan bentuk alergi yang terbanyak pada anak.

Asma merupakan penyakit alergi pada saluran pernafasan bagian bawah. Gejalanya adalah nafas yang pendek, batuk dan nafas berbunyi mengi. Asma juga dapat timbul gejala batuk yang kronik. Namun asma tidak selalu disebabkan oleh alergi, namun bisa disebabkan oleh virus.

Alergi sebenarnya bukan penyakit tapi merupakan gejala. Alergi disebabkan oleh kemampuan tubuh manusia untuk membentuk antibodi yaitu IgE dalam melawan zat yang berbahaya yaitu alergen. IgE ini akan merangsang reaksi hipersensitivitas dalam tubuh melalui kerja berbagai tipe sel. Sel yang teraktivasi akan menyebabkan peradangan atau inflamasi. Jika inflamasi ini terjadi pada kulit maka akan terjadi eczema, jika pada saluran nafas aka terjadi asama atau rhinitis, gejala juga akan timbul pada organ – organ lain seperti usus, mata bahkan otak.

Saat ini dengan kemajuan di bidang kedokteran, khususnya di bidang alergi immunologi, penyebab alergi dapat diketahui dengan berbagai cara. Cara yang paling sederhana adalah dengan mengetahui makanan, atau zat apa yang menyebabkan anak alergi. Jika sudah diketahui makanan atau zat yang dicurigau penyebabnya maka akan dilakukan eliminasi makanan tersebut pada asupan sehari-hari. Namun hal ini cukup sulit karena biasanya anak makan banyak jenis makanan sehingga orang tua bingung memilih makanan mana yang diduga allergen, selain itu juga alergi makanan dapat timbul secara cepat atau lambat. Reaksi yang timbul lambat ini akan juga menyulitkan orang tua untuk menduga makanan yang menyebabkan alergi.

allergy skin test 150x150 ALERGI pada ANAK   ANAKSaat ini sudah ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mencari penyebab alergi. Yang paling banyak digunakan di dunia adalah Skin Prick Test, yaitu dengan cara tangan atau punggung anak diberikan berbagai cairan allergen dan kulitnya ditusuk atau tepatnya dicungkil dengan jarum kecil namun tidak menyebabkan rasa sakit. Orang tua tidak usah kuatir karena saat ini sudah ada jarum khusus yang tidak menyebabkan rasa sakit pada anaknya.

Jika positif terhadap allergen tertentu maka nanti di kulit akan timbul bercak kemerahan dan sedikit menimbul pada kulit yang disertai dengan rasa gatal. Reaksi yang timbul dapat terlihat seperti gambar berikut ini :

allergy skintest1Cara yang berikutnya adalah dengan menentukan IgE spesifik (RAST). Cara ini adalah cara terbaru, dengan cara darah anak akan diambil beberapa cc dan hasilnya akan diperiksakan di laboratorium khusus. Hasilnya nanti akan keluar alergen-alergen yang diduga sebagai penyebabnya.

Namun demikian, apapun test yang dilakukan pada anak, hasilnya adalah untuk mengetahui penyebab alergi sehingga pengobatan dan pencegahan alergi pun bisa dilakukan. Jika alergi bisa dicegah, biaya pengobatan pun akan bisa ditekan dan tentunya anak akan bisa tumbuh lebih sehat dan optimal.

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 9.5/10 (2 votes cast)
VN:F [1.9.3_1094]
Rating: +2 (from 2 votes)
ALERGI pada ANAK - ANAK, 9.5 out of 10 based on 2 ratings
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

3 Responses to “ALERGI pada ANAK – ANAK”

  1. ame says:

    cek yang pakai jarum itu serem yah >_< (dari kecil takut ama suntik) Ahahahha… Debu itu bisa bahaya lo.. Kapan hari beres2 folder ama buku2 lama. Debunya kan banyak tuh.. trus jadi pilek berat sampai ingusnya baunya kayak bangkai :p Hampir aja operasi gara2 itu.. untung gak jadi

    Nice post :D

    VA:F [1.9.3_1094]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.3_1094]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Artikel yang bermanfaat, saya baru tahu RAST nih. Pencegahan memang paling utama…

    VA:F [1.9.3_1094]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.3_1094]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. mylvara says:

    saya mahasiswi yang lagi alergi, umur hampir 18 tahun..
    gatal2, merah, perih, trus keriput gitu..

    kira2 itu alergi apa yaa? uda aga lama sii, hampir 1 bulan. abis dibiarin aja, dikirain kaya kmaren2 alergi kotor, sembuh sendiri, tapi ini ga ilang2..
    malah makin lebar..

    awal nya muncul di kaki, terus ke lengan tangan, jari2 tangan, pusar, leher, tulang rusuk samping (ketiak ke bawah)..

    kalo boleh tau, pengobatan yang kaya gini kalo di jakarta/bandung ada nya dimana yaa?

    makasi..

    VA:F [1.9.3_1094]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.3_1094]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply